Teknologi

Diskusi di Menteng, Rabu 20/12/2017

Empat Masalah Utama SDM Lulusan Perguruan Tinggi Di Indonesia

Teknologi 20/12/2017 at 22:53 0 comments

Derasnews, Jakarta (20-12-2017) – Empat permasalahan utama yang dihadapi oleh pendidikan tinggi di Indonesia yaitu kualitas SDM Indonesia, kualitas mutu perguruan tinggi, relevansi kualifikasi SDM lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, karakter kebiasaan manusia Indonesia.

Permasalahan tersebut diatas muncul dalam diskusi Education Outlook 2018 yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan di Meeting Room IBIS Budget Menteng pada Rabu 20 Desember 2017.

Mengangkat tema “Meneropong Daya Saing SDM Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia”, Education Outlook kali ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Perwakilan dari pemerintahan, hadir Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D (Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti). Dari pihak perusahaan swasta, hadir Afiat Djajanegara (GA and Administration Manager PTTEP Indonesia), serta dari pihak Dompet Dhuafa Pendidikan diwakili oleh Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Muhammad Syafiie el Bantanie.

Ali Ghufron pada awal pemaparan materinya menyampaikan data bahwa jumlah perguruan tinggi di Indonesia termasuk terbesar di dunia, yakni sebanyak 4539 Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan Indonesia termasuk negara yang memberikan cukup kebebasan untuk membuka perguruan tinggi.

” Apabila dibandingkan dengan Cina yang memiliki jumlah penduduk sebesar 1,5 milyar, Indonesia masih mengungguli, sebab jumlah Perguruan Tinggi di Cina hanya sekitar 1500-an,” memulai paparanya.

” Jumlah perguruan tinggi yang besar ini menghasilkan jumlah lulusan yang besar pula. Namun, dengan melimpahnya jumlah lulusan perguruan tinggi. Terdapat beberapa permasalahan yang muncul. Salah satu yang menjadi sangat penting adalah tentang relevansi kompetensi,” jelas penerima gelar Doktor Honoris Causa bidang kesehatan dari Coventry University di Inggris.

“SDM yang diproduksi perguruan tinggi jumlahnya besar, namun relevansi kompetensi mereka yang kurang sesuai dengan kebutuhan dunia menjadikan mereka kurang terserap, sehingga timbullah banyak pengangguran,” papar pria kelahiran Blitar, 17 Mei 1962 ini.

Ia menambahkan bahwa Terdapat data yang cukup mencengangkan, dimana mahasiwa Indonesia hanya sekitar 5% yang menempuh program studi pertanian, 16% teknik, sedangkan yang terbanyak lulusan bidang sosial dan politik jumlahnya lebih dari 50%.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini sedang menyusun data kebutuhan SDM di dunia kerja agar hasilnya nanti dapat dijadikan acuan untuk menyusun pola pendidikan dalam perguruan Tinggi.

“Hal ini menjadi penting sebab perguruan Tinggi di Indonesia seharusnya menghasilkan lulusan yang siap untuk terjun mengelola potensi yang ada di Indonesia. Potensi yang besar di Indonesia tentunya adalah bidang pertanian dan kelautan. Potensi ini perlu dikelola penggunaan teknologi,” jelas pria yang juga rektor Universitas Trisakti Jakarta ini.

Selain relevansi kompetensi, perguruan tinggi juga harus merumuskan proses pendidikan yang dapat membangun karakter para peserta didiknya. Sebab karakter merupakan satu modal penting untuk kesuksesan seseorang.

“Jika Bangsa Indonesia ingin unggul, harus memiliki karakter yang berkualitas” tutupnya. (PM)

Andriyansyah Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam sambutanya, Sabtu 16/12/2017

Pemprov DKI Sambut Baik Peresmian Sirkuit Edukasi PSMKB

Teknologi 16/12/2017 at 08:10 0 comments

Derasnews, Jakarta- Pemerintah provinsi DKI Jakarta memyambut baik atas peresmian sirkuit edukasi milik Persatuan Sekolah Mengemudi Kendaraan Bermotor (PSMKB)
“Kami sambut baik atas dilounchingnya sirkuit edukasi milik PSMKB untuk para calon driver bisa mendapatkan sertifikasi sehingga nanti seperti yang sudah di putuskan dalam undang-undang para pengemudi semuanya akan memiliki sim A umum serta lulus sertifikasi, otomatis nantinya bisa meningkatkan keselamatan dijalan raya” kata Andriyansyah selaku Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam peresmian sirkuit edukasi di jalan TB Simatupang, Jakarta Timur. Sabtu 16 Desember 2017.

Selain itu Andriyansyah berterimakasih kepada PSMKB yang sudah memberikan kesempatan kepada pengemudi secara gratis sebanyak 300 orang untuk memberikan kesempatan kepada pengemudi terutama dari kursus mengemudi di wilayah Jakarta.

Hadir dalam peresmian di cuaca yang teduh dalam area sirkuit yang luas dan nyaman diantaranya dari Kemenhub, Badan Sertifikasi Nasional dan dari Dirlantas Polda Metrojaya.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran sirkuit edukasi ini karena sesuai dengan undang-undang PM 108 mulai 1 Februari 2018 semua pengemudi angkutan umum reguler dan online harus memiliki sim A umum, pada PSMKB inilah nanti semua akan mendapatkan sertifikasi” sambut Ir Mulyana yang mewakili Dirjen Perhubungan Darat KEMENHUB.

H. Sumarna ketua Badan Nasional Uji Kompetensi berterimakasih karena PSMKB sudah membantu tugas dari Badan yang dipimpinya.

IMG_20171216_132010_2004

Ketua Umum PSMKB sangat berharap pemerintah memberikan kesempatan.
“Ini adalah wujud kami membantu pemerintah untuk membuat pengemudi bukan sebagai sambilan tapi bisa dijadikan profesi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan Pak Presiden agar keselamatan di jalan bisa ditingkatkan” imbuh H. Kasmun SE selaku Ketum Persatuan Sekolah Pengemudi Kendaraan Bermotor(PSMKB). Drz

Kapolres Metro Jakarta Timur KOMBES Pol DR (C) Andry Wibowo, SIK, SH, MSi (kiri) saat diundang Kepsek SMPN 49 H. Imam Santoso (tengah) sebagai Pembina Upacara Hari Senin (4/12).

Kapolres Metro Jakarta Timur Pimpin Upacara Disekolah SMPN 49 Kramat Jati

Teknologi 10/12/2017 at 07:22 0 comments

Derasnews, Kramat Jati – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo Sik MH Msi berkesempatan memimpin apel pagi disekolah SMPN 49 Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (4/12). Sekolah negeri unggulan yang dipimpin Kepala Sekolah H. Imam Santoso dikenal se Jakarta Timur SMP Negeri terbaik dan peringkat Ke-3 di Jakarta. Tepat pukul 07.00 Wib pagi itu Kapolres Metro Jakarta Timur hadir dipodium.

Dalam amanatnya, Kombes Pol Andry Wibowo sebagai Kapolres Jakarta Timur mengakui bahwa dirinya adalah Alumni SMPN 49 Tahun 1986. Kepada siswa siswi SMPN 49, Andry mengingatkan selalu menjaga dan meningkatkan kualitas intelektual, spiritual, jasmani dan ideologi bangsa sebagai generasi Indonesia masa yang akan datang.

Selain tadi, penting untuk diingat, persaingan kedepan tidak saja bersifat global dan antar manusia tetapi juga dengan robot atau artificial intelegent. “Pastikan dan mantapkan diri untuk memilih cita cita apapun yang baik apakah menjadi polisi, tentara, birokrat, guru atau rektor, ahli peternakan , pertanian maupun hal hal yang berkaitan dengan ruang angkasa dan teknologi informasi.”

Nah, itu semua berkat jasa bapa ibu guru. Olehkarenanya kita tidak lupa hargai dan hormati jasa mereka yang berjasa di dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Pada kesempatan itu, sambutan Kapolres Metro Jakarta Timur ditutup dengan yel yel seraya mengajak seluruh siswa siswi “Saya Indonesia. Saya Pancasila. Saya Siswa 49 Yang Jaya.” tutup Pria dengan tiga melati dipundak itu. *Arse Pane (F-PLKP)

Foto bersama

Kado untuk Gubernur DKI SMPN 49 Kramat Jati Ditunjuk Sebagai Duta Sekolah Ramah Anak

Teknologi 06/12/2017 at 14:42 0 comments

DERASNEWS, JAKARTA- Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utamanya, ujar Agus Wiryanto Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA), adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak. “Salah satu butir tuntutan anak Indonesia ke pemerintah di Kongres Anak Indonesia 2016 di Mataram Jadikan sekolah dan kurikulum kami (anak-red) ramah anak sampai ke daerah pelosok,” ini landasannya.

Nah, simak Undang Undang yang menjadi dasarnya, antara lain yaitu: 1) Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 20013 Pasal 1: “Pemenuhan Hak Pendidikan Anak adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik pada usia anak secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Ke 2, Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 pasal 4 tentang perlindungan anak berbunyi: “Menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Disebutkan di atas salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk berpendapat dan didengarkan suaranya.”

Foto ke 2: Kepsek SMPN 49 H. Imam Santoso menerima Apresiasi Pembinaan secara simbolis dari Kementerian PP & PA.

Foto ke 2: Kepsek SMPN 49 H. Imam Santoso menerima Apresiasi Pembinaan secara simbolis dari Kementerian PP & PA.

Kepala Sekolah SMPN 49 Kramat Jati, Jakarta Timur, H. Imam Santoso mengakui senang mendengar kali pertama ditunjuk sebagai Duta Sekolah Ramah Anak oleh Kementerian PP & PA. Bangga ya, apalagi sekolah satu satunya di Jakarta Timur yang terpilih. “Ini merupakan prestasi luar biasa. Kami, guru pendidik, orangtua siswa, bersama perangkat sekolah akan merawat dan menjaga nama baik SMPN 49 Jakarta. Ini kado HUT meskipun baru tahun depan kami akan merayakannya,” ungkap Imam rasa terharu didampingi para guru dan komite sekolah (6/12).

Disisi psikologi anak, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Miss ERLINDA menjelaskan, komponen sekolah mulai kepala sekolah, guru pengajar, staf, pegawai dan penjaga sekolah memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat siswa-siswi dari sikap dan praktek bullying. Peran mereka (yang disebutkan tadi) menjadi contoh bagi anak dalam bersikap dikeseharian selama waktu sekolah. “Tak lupa orangtua dirumah ikut bertanggungjawab atas kenyamanan anak bersekolah. Itu semua cermin bagi anak-anak dalam menjalankan peran selaku anak,” terang Erlinda yang diketahui pernah mengajar mata pelajaran TIK (Teknologi, Informasi, Komunikasi) selama 3 tahun di SMPN 49. Ia juga dikenal salah satu perempuan penggerak pemberdayaan keluarga di Syarikat Islam sejak tahun 1999. Erlinda memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti TV, media cetak/online sebagai salah satu strategi mengedukasi serta sosialisasi perlindungan anak, sehingga menjadikan lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia dipercaya ditengah masyarakat. *Arse Pane (F-PLKP).

KADISDIK DKI Jakarta, Sopan Ardianto (tengah baju putih) berpose di Gebyar PAUD 2017 di DIKTI DKI

KADIS DIK DKI JAKARTA Akan Segera Memetakan Lembaga PAUD

Teknologi 16/11/2017 at 04:24 0 comments

Derasnews, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta mengajak masyarakat semua untuk perduli dengan pendidikan usia dini bagi putra-putrinya.
“Pendidikan Usia Dini (PAUD) hanya ada di Indonesia, saya akan jadikan barometer penilaian PAUD yakni di lingkungan padat dan kumuh bukan pada lingkungan yang sudah sejahtera, Pak Sopan (Kepala Dinas Pendidikan DKI) mari kita perhatikan sungguh-sungguh agar calon generasi kedepan bisa kita persiapkan untuk Indonesia yang maju” kata Anis Rasyid Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat membuka Gebyar PAUD dan DIKMAS 2017 di halaman kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Kamis 16 November 2017.

Ajakan Gubernur DKI Jakarta tersebut langsung ditanggapi oleh KADISDIK DKI.

“Kita akan segera memetakan seluruh lembaga-lembaga PAUD yang ada di Jakarta, kemudian kita petakan mana yang sudah memenuhi standar, mana yang belum memenuhi standar, disanalah nanti akan kita dorong untuk memenuhi standar bagi yang belum. Saat semua sudah memenuhi standar maka akan mudah nantinya pengawasan dan memberikan pembinaan begitu juga anggaran, karena semua sudah berstandar” ungkap Sopan Adrianto saat di minta responya kepada derasnews di sela-sela mengunjungi puluhan stand di gebyar tersebut.

Gubernur juga mengukuhkan Bunda PAUD DKI Jakarta yakni Ibu Fery Farhati Ganis yang juga selaku istri dari Pak Anis.
Kedepan di Jakarta akan bekerja keras DPD DKI Jakarta Forum PLKP yang berjumlah 20 orang yang di kukuhkan untuk masa 2017-2022 sebagai Ketuanya Ibu Mesra Bety. Drz