Komnasham Siap Telusuri Kematian Petugas KPPS di Jabar dan Jateng

0

Derasnews, Jakarta, Menanggapi desakan yang disampaikan oleh “Gerakan Pita Kuning” yang diajukan Kolaborasi Millenial Nusantara (KMN) agar Komnasham  membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengusut misteri kematian ratusan petugas KPPS, Wakil Ketua Komnasham sekaligus ketua Tim investigasi TPF, Hariansyah mengatakan bahwa Komnasham sudah mempunyai tim pemantau pemilu yang petugasnya siap dikirim minggu depan ke Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Kedua provinsi itu diharapkan dapat mempresentasikan keadaan, sebab menempati urutan tertinggi jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia. Di Jawa Barat tercatat 111 orang, sedangkan di Jawa Tengah 62 orang. Tindakan Pembentukan tim semacam ini pada tahun 2014 lalu juga pernah dilakukan untuk menginvestigasi para petugas KPPS yang meninggal dunia.
Para petugas yang diutus kelapangan nantinya akan mendatangi KPU setempat, kemudian kepihak keluarga korban (petugas KPPS yang meninggal dunia), serta pihak petugas yang masih dalam perawatan medis,  dan para petugas lainnya yang bertugas untuk dimintai keterangan. Hasil investigasi akan dijadikan laporan Komnasham dalam kerangka pemantauan Pemilu. Laporan juga akan dijadikan rekomendasi kepada Pemerintah, khususnya para penyekenggara pemilu, seperti KPU, Bawaslu dan POLRI.

“Hasil temuan tim tentunya akan menjadi laporan Komnasham dalam kerangka pemantauan Pemilu yang kedua ada rekomendasi yang akan disampaikan kepada para pihak terkait”, ujar Wakil Ketua Komnasham sekaligus ketua Tim investigasi TPF, Hariansyah usai menerima delegasi Gerakan Pita Kuning di ruang pengaduan Komansham, jl. Latiharhari, Jakarta Pusat, Kamis sore (09/05/2019).

Desakan kepada  Komnasham agar segera mengusut kasus kematian rarusan petugas KPPS dilakukan oleh KMN sebagai bentuk kepedulian KMN terhadap ratusan korban Pemilu, hal ini dikatakan oleh dokter Dhienda Nasrul, inisiator KMN usai menemui pihak Komnasham.
Dengan sudah terbentuknya TPF maka petugas yang sudah ada bisa segera dikirim ke Jabar dan Jateng. Menurut dokter alumni UI angkatan 2015 ini. Adapun untuk hasil akhir dari investigasi yang ada menurutnya harus dimasukan dalam revisi undang-undang Pemilu, terutama pada bagian kriteria petugas KPPS.

“Perlu ada pengawalan Komnasham dan Bawaslu untuk mendapatkan data lengkap kematian seluruh petugas KPPS dan KPU, karena ini adalah kematian yang luar biasa”, ungkap dr. Dhienda Nasrul yang juga aktif disejumlah organisasi kemanusiaan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya menyatakan ada 554 orang yang bertugas saat pemungutan dan penghitungan suara, meninggal dunia. Jumlah tersebut terdiri dari anggota KPPS, Panwaslu, dan Polri.
Sebanyak 440 anggota KPPS meninggal dunia. Sementara 3.788 lainnya jatuh sakit. Drz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *