Tahun: 2026

Raden Diki Candra Purnama Ajak Umat Tafakur di Bukit Lebah Subang

Derasnews, Subang, 15 Februari 2026 – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, suara perenungan tentang makna hidup dan akhir zaman kembali digaungkan. Ketua Gerakan Akhir Zaman (GAZA), Raden Diki Candra Purnama, mengajak umat untuk menguatkan spiritualitas melalui wisata religi di ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Menurut Raden Diki, wisata religi bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat yang indah, tetapi juga perjalanan batin untuk mengingat hakikat kehidupan dan mempersiapkan diri menghadapi akhir zaman.

"Bukit Lebah memiliki daya tarik tersendiri. Lanskap perbukitan yang tenang, udara yang sejuk, serta panorama alam yang luas menjadi ruang ideal untuk tafakur dan muhasabah" kata Diki yang biasa di sapa Kang Diki Candra kepada awak media dari Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI) di Padepokan Gerakan Akhir Zaman, Ciater, Subang. 16 Februari 2026.

“Di tempat seperti ini, manusia diingatkan bahwa dunia hanyalah persinggahan. Alam yang luas dan sunyi membuat hati lebih mudah tersentuh untuk mengingat Allah dan memikirkan kehidupan setelah mati,” ujar Kang Diki.

Ia menegaskan bahwa fenomena akhir zaman bukan untuk ditakuti secara berlebihan, melainkan dijadikan pengingat agar umat semakin memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Kang Diki Candra

Raden Diki Candra Purnama menilai, tantangan terbesar umat saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau politik, tetapi juga krisis moral dan spiritual. Ia menyebut berbagai gejala sosial mulai dari lunturnya nilai kejujuran, meningkatnya konflik, hingga melemahnya solidaritas—sebagai tanda pentingnya kebangkitan kesadaran ruhani.

“Wisata religi di Bukit Lebah menjadi salah satu cara membangun kesadaran kolektif. Kita berkumpul, berdzikir, berdiskusi, dan saling menguatkan,” Ajak Kang Diki.

Kegiatan yang digelar Mengingat Akhir Zaman Lewat Wisata Religi, Raden Diki Candra Purnama Ajak Umat Tafakur di Bukit Lebah Subang di lokasi tersebut biasanya diisi dengan kajian akhir zaman, doa bersama, refleksi diri, serta ajakan untuk memperbanyak amal saleh. Bagi Raden Diki, pendekatan ini lebih efektif karena menyentuh hati, bukan sekadar wacana.

sebanyak 13 jurnalis dari IJMI nampak benar- benar memgikuti semua ritual di padepokan GAZA, seperti Sholat tahjut berjamaag, sahur bersama dalam piasa Senin, Kamis.

Salah satu fokus utama GAZA adalah melibatkan generasi muda. Raden Diki melihat bahwa anak-anak muda membutuhkan ruang spiritual yang relevan dan inspiratif.

“Anak muda jangan hanya dikenalkan pada wisata hiburan. Mereka juga perlu diajak ke tempat yang menumbuhkan kesadaran spiritual, agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus digitalisasi,” ujarnya.

Menurutnya, Bukit Lebah bisa menjadi simbol gerakan kebangkitan ruhani yang damai dan inklusif. Alam menjadi guru yang mengajarkan ketenangan, kesederhanaan, dan kebesaran Sang Pencipta.

Spirit Persiapan, Bukan Ketakutan

Raden Diki Candra Purnama menekankan bahwa mengingat akhir zaman bukan berarti hidup dalam ketakutan. Justru sebaliknya, hal itu menjadi motivasi untuk hidup lebih bermakna.

“Akhir zaman adalah pengingat bahwa waktu kita terbatas. Maka, gunakan waktu untuk kebaikan, untuk menebar manfaat, dan memperbaiki diri,” tegasnya.

Melalui wisata religi di Bukit Lebah, GAZA berharap lahir generasi yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual. Sebab, menurut Raden Diki, keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal adalah kunci menghadapi berbagai tantangan zaman.

Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, pesan dari perbukitan sunyi di Subang itu terasa sederhana namun mendalam: kembali pada nilai-nilai keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang kekal. Drz

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp
Tiktok