KRISIS INI GAK MAIN-MAIN: Bertahan atau Tersingkir!
Oleh:
Mel Sofyan – Pengamat Sosial & Pedagang Kecil
Derasnews, Jakarta- Krisis ekonomi hari ini bukan lagi berita—ini sudah menghantam langsung UMKM, pedagang kecil, dan pekerja harian. Daya beli turun, harga naik, uang makin seret. Ini masa seleksi: yang kuat bertahan, yang lengah tersingkir.
“Ini bukan soal siapa yang besar, tapi siapa yang paling tahan dan disiplin,” tegas Mel Sofyan.
Kuncinya satu: jaga perputaran uang. Jangan kejar untung besar, yang penting uang tetap jalan. Kurangi barang yang susah laku, percepat penjualan, dan batasi transaksi yang berisiko macet.
Banyak usaha jatuh bukan karena sepi, tapi karena biaya kebablasan. Potong pengeluaran yang tidak penting, dan kalau perlu, nego ulang sewa atau harga pemasok. Kalau dibiarkan, usaha bisa mati pelan-pelan.
Ini juga bukan waktunya coba-coba. Fokus pada yang sudah jelas menghasilkan. “Perkuat yang laku, jangan buang tenaga ke yang belum tentu,” ujarnya.
Jangan jualan lewat satu jalur saja. Buka beberapa kanal—langsung dan berbasis platform—agar jangkauan lebih luas. Yang cepat menyesuaikan diri, itu yang selamat.
Jaga hubungan dengan pelanggan. Di masa sulit, orang beli karena percaya, bukan sekadar harga. Pelayanan yang baik bikin mereka kembali.
Mulai sisihkan dana cadangan, walau sedikit. Dan jangan bergantung pada satu penghasilan. “Ini bukan soal gengsi, ini soal bertahan hidup,” katanya.
Yang paling penting: jangan panik. Banyak usaha hancur karena keputusan buru-buru—jual aset produktif atau ambil utang tanpa hitungan.
“Krisis ini keras. Yang tidak siap bisa habis. Tapi yang disiplin dan mau berbenah, justru bisa bangkit lebih kuat.”, drz