Prof.Dr. Suhendar

PERADMI akan Lakukan Langkah Hukum Pidana dan Perdata terkait Kasus Tanah

Derasnews, Bogor- Haji Junaedi dan saudara- saudaranya kini merasa dirugikan sebab tanah warisan dari orang tuanya dijual oleh keluarganya sendiri. Yaitu anak uwaknya.

Sudah beberapa kali H Junaedi mengajak bermusyawah dengan sang penjual tapi tidak digubris. Mau tidak mau H. Junaedi dan saudara saudaranya menuntut ganti rugi sebesar 2 milyar.

Menurut team kuasa hukum penggugat dari PERADMI ( Perkumpulan Advocate Moslem Indonesia)  yang dipimpin oleh  Prof. Dr. H. Suhendar SE. SH. LLM menyatakan, " Klient kami Haji  Junaedi sebagai ahli waris dari pak H Ali.
Pak H. Ali punya 12 keturunan, sudah ditetapkan oleh Pengadilan Agama Cibadak tertanggal . 13 0kt 2020 nomor 584 PDT  2020 PA  Cibadak . Disamping mempunyai 12 keturunan/anak Pak H Ali juga mempunyai sebidang tanah seluas 4300 M2. Berdasarkan girik leter C Atas nama H Ali dengan nomer girik  1088  desa Kutajaya kecamatan  Cicurug  Kabupaten Sukabumi Jawa Barat " kata Prof Suhendar di kantornya, Bogor. Sabtu 20/3/2021.

" Selama H. Junaedi/ putra pak H. Ali berada di mekkah, tanahnya dikuasai kakak sepupunya, yaitu H . Royani . Tiba tiba pada tahun 2018 tanah itu  dijual oleh pak H royani kepada sebuah perusahaan yang bergerak produksi  minuman segar ". Imbuhnya.

" Artinya sekarang klient kami merasa dirugikan karena tanahnya sudah rusak dan diurug oleh pembeli tanah. Kita sudah melayangkan somasi tapi somasi itu dijawab oleh pembeli / Perusahaan itu bahwa "  Kami sudah membeli dari H. Royani " tambahnya.
Kemudian langkah hukum yang akan kami lakukan adalah akan menggugat H Royani dan pembelinya di pengadilan.
Jadi dalam kasus ini kami sebagai kuasa hukum dari penggugat,  yaitu H. Junaedi dan keluarganya
Akan melakukan 2 langkah hukum. Langkah yang pertama adalah kami akan melaporkan dalam bentuk pidana kepada kepolisian. Sebab ada transaksi ilegal , yaitu pembeli dan penjual sama sama melakukan  perbuatan melawan hukum. Setelah itu kami akan melakukan gugatan kepengadilan dalam bentuk perdata". Demikian tandas kuasa hukum keluarga /  anak H. Ali yang juga sebagai KETUM PERADMI

 

Dalam kesempatan sore tersebut ditegaskan oleh Sekjen PERADMI soal tuntutan yang akan dilakukan.

"Intinya dalam kasus ini kami akan melakukan 2 langkah hukum yaitu pidana kami laporkan Haji Royani dan Perusahaan minuman segar, karena ini merupakan transaksi yang ilegal penjual dan pembeli telah sama- sama melakukan perbuatan melawan hukum, somasi telah kami lakukan tidak ada solusi, tidak ada mediasi maka langkah pertama mungkin kami langsung melaporkan penjual dan pembeli pihak kepolisian setelah itu kami akan mendaftarkan perdata di Pengadilan Penjual dan pembeli juga adalah melukan perbuatan, menampung barang-barang kejahatan, artinya kalau dia pembeli dan penjual dia harus melihat latar belakang surat-surat keabsahan tanah tersebut, berarti kita gugat dan laporkan 2 orang ini, " tukas Ade Muhammad Nur.

Team Advocate penggugat.
1. Prof.Dr. H Suhendar SE SH LLM selaku KETUM PERADMI
2. Ade Muhammad Nur SH MH posisi Sekjen PERADMI
3. Basuni Ismail SH MH. Drz

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp
Tiktok