OPINI: Rahasia Spiritual di Balik Penolakan TAJALLI ALLAH Ada Dua Reaksi
Penulis: Kang Diki Candra
Derasnews, Jakarta, 3 April 2026.
Dunia sudah semakin tua, kata tersebut sering di ucapkan orang jika dia melihat atau mengalami hal-hal yang terjadi tidak lagi pada relnya…, seperti wanita yang sering memamerkan auratnya.
Mungkinkah kedepan Allah akan menurunkan wahyunya?
Nah disini ada tulisan yang menarik dapat kita ambil manfaatnya…
Dalam pandangan tasawuf, setiap tajalli Ilahi (penyingkapan wajah Allah) selalu melahirkan dua reaksi:
1. Orang beriman melihat Nur Allah di balik wujud pembawa risalah.
2. Orang kafir hanya melihat manusia dan cacat lahiriahnya.
Maka, ulama yang mata hatinya buta tidak mampu melihat tajalli kebenaran dalam utusan Allah, karena tertutup hijab ego, ilmu, dan dunia.
“Sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara kepada mereka, dan Kami kumpulkan segala sesuatu di hadapan mereka, mereka tetap tidak akan beriman kecuali jika Allah menghendaki.” (QS. Al-An’am [6]: 111).
Jadi mari dapat kita perhatikan ayat Al Quran di atas, jangan sampai kita termasuk golongan yang mengikuti ego yang salah.
Karena struktur agama formal sering membeku dan tertutup, Allah selalu menumbuhkan tajdid (pembaruan iman dan tauhid) melalui ghuroba’ — orang-orang asing dan tak dianggap.
“Berbahagialah orang-orang yang asing, yaitu mereka yang memperbaiki (agama) ketika manusia merusaknya.” (HR. Ahmad).
Maka, mereka yang menolak tajalli Allah (utusan, pembaharu, atau pembawa amanah) hanyalah mengulang sejarah Bani Israil. Drz