KRISIS EKONOMI GLOBAL GELOMBANG BARU
OPINI:
Oleh: Diki Candra Purnama
Ketua Majelis GAZA (Gerakan Akhir Zaman)
Derasnews, Jakarta. 20 Mei 2026.
Momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional hari ini redaksi Derasnews mengutip opini dari Blueprint dan Roadmap Dunia 2026.
Dalam isi dari Roadmap dunia 2026-2030 menuliskan:
Pola mubasyirat untuk tahun 2026 juga sangat kuat dalam tema
ekonomi.
Simbol-simbol yang muncul berulang :
- Kekurangan dan antrean,
- Kesempitan dan bangunan megah yang kosong,
- Kehilangan pekerjaan dan hidup yang dipaksa lebih
sederhana, - dan pencarian perlindungan dalam kondisi sempit.
Secara ruhani dan sosial, simbol seperti ini menunjukkan bahwa
manusia akan mulai mengalami :
- Tekanan terhadap kenyamanan hidup,
- Rapuhnya sistem ekonomi,
- dan munculnya kesadaran bahwa kemewahan tidak menjamin
keselamatan.
Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia akan diuji dengan rasa
takut, kelaparan, dan kekurangan harta, Ini bukan hanya ayat
untuk ibadah personal, tetapi juga kacamata penting untuk
membaca sejarah sosial.
Tahun 2026, karena itu, dapat dibaca sebagai :
- Awal tekanan biaya hidup,
- Awal rapuhnya rantai pasok,
- Awal ketidakpastian kerja dan usaha,
- Awal fragmentasi ekonomi global,
- dan awal kesadaran bahwa sistem konsumsi modern tidak
sekuat yang dibayangkan.
Secara praktis, tahun seperti ini akan memperlihatkan bahwa :
- Rumah tangga yang rapuh akan mudah panik,
- Komunitas yang tidak punya daya tahan akan cepat goyah,
- dan orang yang terlalu bergantung pada sistem akan lebih
rentan daripada orang yang hidup sederhana.
Jadi, tahun 2026 adalah fase ketika ekonomi mulai berubah dari
sekadar angka menjadi ujian hidup nyata.
Mari kita cermati opini diatas sehingga bisa menjadi bahan antisipasi agar kita termasuk orang yang siap menghadapi perubahan- perubahan yang sedang kita alami, seperti yang terjadi saat ini melemahnya nilai rupiah.
Saat ini nilai tukar rupiah melemah di angka Rp 17.500 per dollar Amerika Serikat.
Semoga bermanfaat. Drz