Dikepung

Peringatan May Day 2026 di Semarang: Kantor Gubernur Jateng di Kepung Ratusan Buruh dan Mahasiswa

DERASNEWS, SEMARANG– Ribuan pasang mata tertuju pada Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat siang (1/5/2026). Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai elemen buruh, mahasiswa, hingga pengemudi ojek online memadati depan Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyuarakan aspirasi dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB ini diikuti oleh massa dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, mulai dari Semarang, Demak, Kendal, hingga wilayah Barat seperti Pemalang, Tegal, dan Brebes.

Koalisi Merah-Putih dan Simbol Perlawanan
Pantauan di lapangan menunjukkan massa aksi terbagi dalam dua kubu besar berdasarkan warna atribut. Massa berbaju putih didominasi oleh federasi FSPMI dan KSPI, sementara atribut warna merah mencolok dibawa oleh massa dari KASBI serta diikuti oleh elemen dari ABJAD.
Selain membawa bendera dan spanduk tuntutan, peserta aksi juga menyita perhatian dengan membawa alat peraga berupa patung/ikon tikus sebagai simbol kritik terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat kecil.

Dalam orasi yang disampaikan melalui pengeras suara, para orator secara bergantian menyuarakan lima poin tuntutan utama, yakni:

  1. Perbaikan regulasi terkait jam kerja dan waktu istirahat.
  2. Penolakan terhadap kebijakan upah murah.
  3. Penghapusan sistem kerja outsourcing.
  4. Desakan pengesahan UU Ketenagakerjaan yang pro-buruh.
  5. Penetapan standar UMK yang layak di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Keterlibatan Mahasiswa dan Kondisi Lalu Lintas
Aksi kali ini juga mendapat dukungan kuat dari sektor akademisi. Mahasiswa dari berbagai universitas besar di Semarang, seperti Unissula, USM, Unnes, Unika, dan Unwahas, tampak membaur di tengah kerumunan massa.
Meski jumlah massa diperkirakan mencapai 500-an orang dan terus bertambah, situasi secara umum terpantau tertib dan kondusif. Namun, sempat terjadi keriuhan kecil saat serombongan mahasiswa beralmamater biru melintas menggunakan sepeda motor sambil memainkan gas kendaraan (menggeber) di area aksi.
Pihak kepolisian setempat telah melakukan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan. Arus kendaraan di Jalan Pahlawan dialihkan sebagian, dengan hanya menggunakan sisi kanan jalan, sementara sisi kiri digunakan sepenuhnya oleh massa aksi.
Hari Buruh tahun 2026 ini  gelombang massa  bagitu ramai menuju titik aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Aparat keamanan tetap berjaga di lokasi untuk memastikan unjuk rasa berjalan damai. (*)

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp
Tiktok