Menuju Pasar Modal

HIPPI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Akses Bursa, Buka Jalan Bisnis Kecil Menuju Pasar Modal

DERASNEWS, JAKARTA — Pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh apabila mendapatkan akses pendanaan serta pendampingan yang tepat. Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Fauzan Fadel Muhammad menyampaikan gagasan agar perusahaan-perusahaan UMKM yang memiliki bisnis berkelanjutan dapat dipersiapkan menuju pasar modal melalui jalur yang lebih inklusif.

Menurut Fauzan, saat ini masih banyak pelaku usaha yang memiliki kegiatan bisnis nyata, tetapi belum memiliki struktur perusahaan yang kuat maupun akses pembiayaan jangka panjang.

"Sedangkan banyak sekali pelaku-pelaku usaha UMKM, ataupun pelaku usaha cukup menengah lah, dalam bentuk PT ataupun CV dan asetnya tidak ada, tetapi bisnisnya ada," ujar Sekretaris Umum HIPPI Fauzan Fadel Muhammad pada Kamis (13/8/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang bagi dunia usaha dan organisasi pengusaha untuk menghadirkan solusi baru agar perusahaan potensial tidak berhenti hanya karena keterbatasan akses modal.

"Sehingga kita di HIPPI memiliki gagasan dan ide bagaimana kita mengadakan forum bersama Bursa Efek. Di situ teman-teman bisa mengkurasi, meng-coaching juga perusahaan-perusahaan yang layak bisa masuk bursa, dalam arti bursa kelas papan dua. Kemarin juga dijelaskan ada papan akselerasi," tambah Fauzan.

Fauzan menjelaskan, konsep papan akselerasi dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi perusahaan berkembang yang belum memenuhi seluruh persyaratan seperti perusahaan besar yang masuk papan utama.

"Perusahaannya tidak memiliki syarat-syarat yang terlalu rigid seperti bursa papan satu. Cukup mereka memiliki bisnis yang jelas, punya keberlanjutan yang cukup, dan di situ teman-teman bisa menstrukturisasi bersama kita," jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara organisasi pengusaha, pelaku UMKM, dan institusi pasar modal mampu menciptakan ekosistem baru bagi perusahaan lokal agar lebih siap tumbuh secara profesional.

Menurutnya, banyak bisnis daerah yang memiliki potensi besar, namun membutuhkan proses pembinaan mulai dari tata kelola perusahaan, legalitas, laporan keuangan, hingga strategi pengembangan bisnis agar mampu bersaing lebih luas.

Gagasan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong transformasi UMKM Indonesia dari sekadar bertahan menjalankan usaha menjadi perusahaan yang memiliki visi pertumbuhan jangka panjang.

Melalui pendampingan dan akses pembiayaan yang tepat, perusahaan kecil dan menengah diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu naik kelas menjadi kekuatan bisnis nasional.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp
Tiktok